METODE TRANSPORTASI MODI (MODIFIED DISTRIBUTION)

0k

000d

Oleh: M.A.Yulianto.*)

Metode Transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber – sumber yang menyediakan produk – produk yang sama di tempat- tempat yang membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya transportasi (alokasi) dari suatu sumber ke beberapa tujuan yang berbeda – beda dan dari beberapa sumber ke suatu tujuan juga berbeda – beda.

Ada tiga macam metode dalam metode transportasi:

1. 1. Metode Stepping Stone

2. 2. Metode Modi (Modified Distribution)

3. 3. MetodeVAM (Vogel’s Approximation Method)

Pada sesi ini hanya akan dibahas mengenai metode transportasi dengan metode MODI, sedangkan metode stepping stone dan VAM akan dibahas pada sesi tulisan yang lain.

Metode ini dalam merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi produksi yang optimal menggunakan suatu indeks perbaikan yang berdasarkan pada nilai baris dan nilai kolom. Cara untuk penentuan nilai baris dan nilai kolom menggunakan persamaan:

or1

Pedoman prosedur alokasi tahap pertama mengggunakan prosedur pedoman sudut barat laut (North West Corner rule). Untuk metode MODI ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu banyaknya kotak terisi harus sama dengan banyaknya baris ditambah banyaknya kolom dikurang satu.  Untuk mempermudah penjelasan, berikut ini akan diberikan sebuah contoh. Suatu perusahaan mempunyai tiga pabrik di W, H, O.  Dengan  kapasitas produksi tiap bulan masing- masing 90 ton, 60 ton, dan 50 ton; dan mempunyai tiga gudang penjualan di A, B, C dengan kebutuhan tiap bulan masing- masing 50 ton, 110 ton, dan 40 ton.  Biaya pengangkutan setiap ton produk dari pabrik W, H, O ke gudang A, B, C adalah sebagai berikut:

or2

Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik – pabrik tersebut ke gudang – gudang penjualan dengan biaya pengangkutan terendah.

 

Solusi:

1.  Isilah tabel pertama dari sudut kiri atas

or3

Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap pertama sebesar =  50 (20) + 40 (5) +60 (20) +10 (10) + 40 (19) = 3260.

 

2.  Menentukan nilai baris dan kolom

–          Baris pertama selalu diberi nilai nol

Nilai baris W = Rw = 0

–          Nilai baris yang lain dan nilai semua kolom ditentukan berdasarkan persamaan

or4

 

3.  Menghitung indeks perbaikan dan memilih titik tolak perbaikan. 

Indeks perbaikan adalah nilai dari kotak yang kosong.

or5

Memilih titik tolak perubahan:

–    Kotak yang mempunyai indeks perbaikan negatif berarti bila diberi alokasi akan mengurangi jumlah biaya pengangkutan. Bila nilainya positif berarti pengisian akan menyebabkan kenaikan biaya pengangkutan

–    Kotak yang merupakan titik tolak perubahan adalah kotak yang indeksnya bertanda negatif dan angkanya besar. Dalam contoh ternyata yang memenuhi syarat adalah kotak HA dengan nilai -20.

or6

Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap kedua sebesar = 90 (5) + 50 (15) + 10 (20) +10 (10) + 40 (19) = 2260

 

4.  Ulangi langkah – langkah tersebut diatas, mulai langkah  2.2 sampai diperolehnya biaya terendah, yaitu bila sudah tidak ada lagi indeks yang negatif.

or7

or8

Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap ketiga sebesar = 90 (5) + 50 (15) + 10 (10) +20 (10) + 30 (19) = 2070

or9

or10

Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap keempat sebesar = 60 (5) + 30 (8) + 50 (15) + 10 (10) + 50 (10) = 1890

or11

Alokasi tahap keempat merupakan alokasi optimal karena indeks perbaikan  pada kotak kosong sudah tidak ada yang bernilai negatif.

 

Sampai bertemu pada sesi tulisan yang lain, selamat menikmati teknik Operation Research.

Jika ada pertanyaan dapat di kirim ke alamat e-mail:  yuliantoyorki@yahoo.com

 

*) Penulis adalah dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Jakarta.

 

 

 

 

 

12 thoughts on “METODE TRANSPORTASI MODI (MODIFIED DISTRIBUTION)

  1. Pingback: METODE TRANSPORTASI | nungkidyah

  2. Remember, blogs are really highly focused social sites that cater to those interested in a particular topic. That’s why it’s essential you understand how to get the most out of every post you write.

  3. selamat pagi pak. saya mau tanya kalau untuk contoh kasus pabrik dan gudangnya ada 6 apakah penyelesaiannya tinggal mengikuti seperti contoh diatas..
    masalahnya saya ada tugas pak. kasusnya 6×6 jadi saya bingung kerjakan bagaimana.. mohon bantuannya pak.

  4. Saya msh bingung cara ngisi kolom yg modi, setelah di ketahui titik tolak perubahannya, mohon pencerahannya😀

      • pak yulianto yth, sama mau bertanya pak, sama memiliki tugas ini,(metode trasportasi) tapi metode yang saya angkat tentang aroksimasi russel pak, itu bagaimana ia pak?, apakah rumus aproksimasi russel sama dengan yg lain pak?? trimakasih.

      • dalam metode transportasi yang bapak tulis, langkah pertama untuk menentukan alokasi awal menggunakan metode north west corner rule atau metose sudut barat laut artinya kotak pertama yang harus diisi adalah kotak yang berada di sudut barat laut. sedangkan jika menggunakan aproksimasi Russel kotak pertama yang harus diisi menggunakan formula Δij = cij –ui – vj yang mempunyai nilai negatif terbesar (pasti sudah ekasitepu pelajari dikelas), selanjutnya bisa dilanjutkan dengan metode stepping stone atau modi.

  5. Pak Yuliantoyorki, Saya dari TL dan Minta ijin Copy, serja saya inggin minta penjelasan sedikit apakah bisa kalo metode transportasi (Stepen stone) dihitun secara manual dan bisakah kita membahasnya lagi dgn Win QSB.

  6. pak yulianto yth, sama mau bertanya pak, sama memiliki tugas ini,(metode trasportasi) tapi metode yang saya angkat tentang aroksimasi russel pak, itu bagaimana ia pak?, apakah rumus aproksimasi russel sama dengan yg lain pak?? trimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s